Butuh memakan waktu yang lama untuk aku membangun "dinding" sekokoh ini. Detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan. Tidak pernah aku bosan-bosan membuatnya semakin lebih tinggi dan tinggi dari sebelumnya. Untuk menepis segala bentuk permainan sampah yang sedang berkecamuk.
"Dinding" ini begitu tinggi, orang-orang tidak akan bisa pernah bisa masuk dengan mudah. Sedangkan di dalamnya, hanyalah sunyi dan hampa. Tidak ada untungnya bagi siapapun yang hendak bertamu.
Aku tidak tahu mengapa, bahwa inilah menurutku yang orang-orang sebut sebagai "rumah". Begitu nyaman, simetris, tidak menyakitkan, dan juga bisa aku atur sesuka hati.
Setelah sekian lama berteman dengan gelap, aku melihat ada secercah cahaya kecil yang menembus dari lubang "dinding" yang cacat. Aku terheran, sejak kapan lubang ini tercipta? Dan mataku dibuat silau olehnya.
Dia bersinar satu hari penuh tanpa alpa. Di antara terheran dan terkesima, apa hanya aku yang dapat melihatnya? Atau di luar sana begitu cerah?
Semakin lama waktu berlalu, aku malah ingin berteman dengannya. Tak cukup bagiku hanya melihat sinar yang berdiameter kecil itu. Aku ingin berkomunikasi.
Tololnya, aku direpotkan oleh "dinding" yang aku buat. Sang Waktu tidak bisa mengikis kekokohannya. Aku tidak tahu lagi bagaimana menghancurkannya.
Seketika aku tersadar saat kulihat cahaya tersebut semakin lama semakin besar. Ia mengikisnya! Itulah caraku satu-satunya untuk keluar dari pertahanan yang aku bangun.
Mungkin aku hanya bisa menunggu di sini untuk terbang ke dunia bebas lagi. Tanpa tahu kehilangan macam apa yang pertama kali akan aku dapat.
Seberapa banyak pun manusia yang mengajakmu terbang dengan ideologi-ideologi mereka, tidak akan pernah membuat kakimu tergerak.
Tiga kata yang begitu singkat namun susah untuk dipatahkan, Kepercayaan, Tuhan, Cinta.
We're built for drama isn't?
Namun apapun itu, aku tidak peduli. Aku sudah cukup lelah lari dari realitas nan kejam ini.
Untuk sekali dalam seumur hidup, biarkan aku menjadi seekor kunang-kunang. Yang akan bersinar begitu terang dari pada yang lainnya, ketika mendapatkan impiannya. Dan mati keesokan harinya.


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact