Malem ini sepertinya bulan lagi pada posisi utuhnya. Ya. Purnama. Sama di hari waktu kita putus. Uhuk.
Kayanya udah hampir setahun aku sendiri tanpa hadirnya seorang kekasih huehuheue. It's not a big deal though, ya walaupun kadang-kadang sedih sih. Biasanya kalo lagi diserang sama hal yang biasa kita sebut 'galau', aku melarikan diri dengan main games, browsing, otak-atik medsos, baca novel atopun manga (komik). Tapi bencinya kalo udah berusaha melarikan diri, tapi rasa itu tetep mengejar. Kaya gak mau lepas. Aneh. Memang, melarikan diri dari rasa tersebut ke hobby memang manjur, tapi nggak jarang juga hobby itu dapat membantu banyak. Terus solusi pastinya apa? Seperti yang pernah aku bilang. Nggak ada yang pasti di dunia ini, yang pasti hanya perpisahan.
Entah berapa kali teman-temanku udah berganti pasangan, tapi aku masih aja jalan ditempat. Bukannya nggak mau maju. Aku punya alasan tersendiri. Temenku pernah nyoba ngenalin aku pada seorang wanita, tapi ku tolak. Bukan sombong, tapi aku bukan tipe orang yang bisa jatuh cinta lewat hal yang semacam itu. Apa lagi kalo sampe mengemis kontak wanita single yang bisa di ajak pdkt-an. Bukan tipe aku banget. Mungkin ada beberapa wanita yang mencoba mendekati, tapi tidak begitu ku respon. Ada lagi yang nyaranin cari pacar lewat aplikasi penjodohan di smartphone. Anjir! Nggak separah itu ngenes ku, sampe-sampe mesti nyari lewat aplikasi ato dating online. Wajahku memang nggak seberapa, bekas luka dan jerawat masih ada mengelilingi sekitar wajahku. Mungkin itu juga faktor kenapa aku masih sendirian sampe saat ini hehehhe. Kadang bikin minder asli. Makannya, aku nggak pernah mau kalo nyari pacar lewat temen atopun di jodoh-jodohin. Karena ada banyak kecacat-an yang aku punya. Karena itu, aku lebih suka kalo si wanita memang mengenalku secara langsung, menerima apa adanya, dan membiarkan rasa itu tumbuh sendiri dengan alami.
Tapi aku mencoba berubah di masa kuliah ini. Aku udah mulai nyoba untuk naksir cewek dan curhat ke temen kelas. Minta nomer cewek. Mulai pamer inceran sesama temen kelas mana yang lebih cakep. Aku mencoba untuk gaul dan nggak ketinggalan. Aku mulai berani buat nge-add si dia tanpa harus kenal terlebih dahulu. Pokoknya aku lakuin semua hal yang berlawanan 180 derajat dari sudut pandang-ku yang dulu, tentang arti cinta. Aku jadi bukan aku. Aku biasanya orang yang jatuh cinta diam-diam. Dan sekarang belajar untuk menjadi lebih frontal. Semua hal ini menjadikanku cowok mainstream yang banyak berkeliaran di dunia ini, yang hidupnya untuk berburu wanita. Dan sekarang aku menyesali perubahan ku yang ini.
Udah hampir setahun aku sendirian, sejak putus sama pacar-ku yang udah kita jalani selama 2 ato 3 tahun lamanya. Aku lupa pastinya berapa, ingatan yang seperti itu udah samar-samar di kepala. Tapi ada satu hal utama yang selalu muncul ketika niat berpacaran datang.
Untuk apa kita bertukar kasih, kalau pada ujungnya kita di ciptakan untuk berpisah?
Ya. Kalimat tersebut selalu mencuat pada saat niat berpacaran muncul. Mungkin trauma. Tapi kenapa waktu lama sekali kerjanya?
Dua ato tiga tahun pacaran itu bukan waktu yang sebentar. Apa lagi untuk aku yang nggak pernah punya pengalaman sama sekali tentang bercinta. Aku cuman pernah pacaran sekali dalam seumur hidup. Jadi, selama itu kita pacaran, pastilah udah banyak hal yang terjadi. Dari kita masih belum ngerti satu sama lain, masih malu untuk mengakui kalo kita saling berpacaran, berantem, nangis, masuk ke dalam keluarganya, saling ngasih surprise, dan yang paling berharga..... Waktu yang telah kita korbanin untuk masing-masing. Nggak cuman itu aja tentunya, masih banyak lagi hal-hal yang kita dapet setelah jalan bareng selama itu. Putus nyambung bukan hal yang jarang terjadi disitu. Susahnya menyesuaikan pikiran seseorang ke pikiran kita bukan hal yang gampang. Dan sampai putus pun kita belum sepenuhnya mengerti perasaan satu sama lain. Kata orang, pacaran itu masa penjajakan buat kita, sebelum kita pergi ke jenjang yang lebih serius. Atau lebih simpelnya 'Penyesuaian'
Jika aku sekarang mempunyai pacar, aku pasti akan mengalami hal-hal seperti dulu kan? Berantem, nangis, tertawa, ngingetin makan, dll. Bukannya boring? Mengulang hal-hal yang sama setiap berganti pacar. Memang setiap wanita berbeda-beda, mereka punya warna nya sendiri. Tapi untuk apa? Kalau kita sudah melihat ujungnya?
Itu gambaran kasar dari sudut pandangku memaknai arti kita berpacaran. Complicated. Susahnya nyari bahasa yang pas untuk gampang di cerna. Tapi gpp, semoga kalian mengerti.
Pacaran itu memang nikmat, apa lagi di masa muda. Aku nggak mungkin menyangkalnya. Aku pun juga nggak mau terus sendirian. Ada saatnya aku bakal berhenti berlari. Cuman buat sekarang kayanya aku nggak mau mengorbankan waktuku lagi buat orang yang nggak pasti. Aku cukup jera. Waktuku yang begitu berharga diambil, dan dengan mudahnya untuk dilupakan. Kalau aku nggak berhenti sekarang, semakin banyak waktuku yang terbuang sia-sia. Apa lagi memberikan waktu ku yang berharga ke orang yang nggak bisa menjaga-nya. Buat apa? Perjuangan keras ditutup dengan perpisahan tak bermakna. Apakah sebanding? Jelas tidak.
Menyusun sesuatu yang udah hancur berantakan dan dipaksa untuk berdiri tegak, itu tindakan yang kejam.
Semua sesuai dengan apa yang aku perkirakan. Aku berhenti
menyangkalnya, ketika tahu bahwa semua ini telah terjadi. Sayap-sayap putih
kemilau yang kau berikan, kini telah berubah menjadi sampah plastik yang tidak
berharga. Benda-benda langit yang engkau perkenalkan padaku saat kita terbang bersama,
sekarang menjadi asing di mataku. Beberapa waktu lalu di tengah langit-langit senja,
saat cahaya matahari mulai meredup, tetapi tidak luput dari warna jingga yang
sangat indah, kita bertukar pikiran. Begitu abstrak. Hampir aku tidak bisa
memahami apa yang ada di pikiranmu. Seketika raut wajahnya berubah. Apa yang
telah terjadi? Beban apa yang sedang kau pikul? Apakah malaikat masa lalu masih
mengikutimu di belakang? Terdiam seribu bahasa tanpa mengeluarkan setetes
huruf. Apakah aku telah membangunkan sesuatu yang tak harus bangun? Maaf, aku
hanya sekedar ingin tahu tentangmu.
Sayap-sayapnya mulai berhenti terbang, perlahan ia
kembali ke tanah. Dan berjalan meninggalkanku. Aku heran. Kenapa harus berjalan kalau kita
bisa terbang? Kenapa berhenti kalau bisa berlari? Pertanyaan-pertanyaan liar
menghujat pikiranku. Warna jingga tak lagi indah jika hanya dinikmati sendiri.
Kenapa kau berjalan begitu cepat? Sayap kecilku tidak bisa mengimbangi
langkahmu kau tahu? Harusnya mengejarmu bukan hal yang sulit untukku. Mengapa?
Apakah sayap yang kau berikan padaku ini hanya sayap plastik? Yang sengaja kau
berikan agar aku tidak bisa meraih tangan kecil-mu itu?
Melihatmu berjalan pergi menjauh, begitu membuatku kesal.
Tidak sedikitpun matamu melihat ke belakang. Padahal kau tahu, bahwa di
belakangmu aku masih terus berusaha untuk meraihmu. Tidak berharga. Itulah yang
kau pikirkan. Bukan. Pasti itu ulah masa lalumu yang kejam. Ku berhenti
sejenak.
Kurobek sayap sampah ini. Belajar berjalan sendirian
memang tak mudah. Ku berbalik ke arah berlawanan kau berjalan. Dengan
terpincang-pincang aku menentukan jalan ku sendiri. Tidak lagi bergantung pada
siapapun. Dan memori-memori tentang mu yang ku agung-kan samar-samar menjadi
tidak berharga. Semakin jauh, semakin tidak berharga. Kamu tidaklah berharga
lagi di hidupku. Sampai jumpa di masa depan atau kehidupan selanjutnya. Teman lama.
Semua orang pasti punya sesuatu yang sangat berharga untuk dijaga. Nggak peduli apapun resikonya, mereka nggak akan pernah melepaskannya. Tapi, terkadang sesuatu yang sangat berharga bagi kita itu, malah menjadi pedang bermata dua. Memang kurang adil, kita telah berkorban banyak untuk menjaga harta tersebut, tapi semua pengorbanan itu seakan-akan tidak ada harganya sama sekali. Mereka nggak pernah memikirkan pengorbanan yang tak terlihat apa yang telah kita lakukan selama itu. Semua kenangan menjadi sampah, yang sangat tidak berguna.
Aku benci banget melihat manusia seperti itu, yang menganggap semua memori indah yang pernah di jalani bersama adalah sampah. Waktuku yang berharga telah kamu ambil, dan nggak akan pernah bisa aku tagih kembali, begitu juga sebaliknya. Hargai sedikit pengorbanan yang sangat berharga tersebut, walaupun aku tau kamu tidak mau lagi melihat ke belakang. Melihat orang dengan perilaku seperti ini bikin emosi.
Kamu mungkin sudah bisa terbang ke langit, tapi berapa banyak orang yang telah kamu tinggalkan sendirian di tanah? Kamu mungkin orang baik di mata orang, tapi diwaktu yang sama kamu juga orang yang kejam dan nggak tahu diri untuk sebagian orang. Tidak ada orang baik di dunia ini. Walaupun kamu begitu dekat dengan Tuhan, itu semua nggak akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik kalo nyatanya kamu masih jahat terhadap orang lain.
Aku bingung sama semua ini gaes, kok bisa ya dengan gampangnya orang nge-buang kenangan yang dulu nya berharga bagi mereka ke tempat sampah. Semuanya alay. Masa lalu dianggep masa terburuk dalam hidup mereka. Sekarang gini, ilmu pengetahuan yang kita dapetin sekarang emang nggak ada yang dari masa lalu? Penemuan-penemuan hebat semuanya berasal dari masa sekarang? Orang bisa berkembang karena berjalan berdampingan dengan masa lalu, bukannya meninggalkan masa lalu jauh di belakang. Lebih bagus kalo membiarkan masa lalu berjalan di samping kita, karena menoleh masa lalu di samping lebih mudah untuk kita introspeksi diri, ketimbang berputar kebelakang dan melihat masa lalu.
Lari dari masa lalu itu cuman orang idiot, pecundang yang nggak punya tempat di dunia ini. Masa lalu memang kejam, nggak bisa di pungkiri lagi. Tapi kejam mana sama melupakan orang-orang yang bikin kita bahagia di masa tersebut? Bukannya kalo kalian menghapus masa lalu, itu juga berarti menghapus mereka semua?
Kemanapun kita pergi, seberapa cepat pun kita berlari, masa lalu akan selalu ada tepat di belakangmu. Kalo memang ada cobaan hidup datang, lihatlah masa lalu disamping, belajarlah dari dia.
Berubah itu wajar, itu adalah sifat alami manusia untuk terus bertambah kuat. Yang nggak wajar adalah cara berubahnya. Orang yang nggak memikul beban apapun di punggungnya nggak akan pernah bisa maju untuk merubah kehidupannya. Mungkin orang-orang yang dulu pernah bahagia bersamamu sekarang kamu anggap seperti sampah yang nggak berguna. Tapi memori yang mereka ciptakan di kepalamu saat ini bukan sampah. Kenangan-kenangan kecil itulah yang membuat kamu menjadi seperti ini.
Jangan lari kalau tidak ingin di kejar. Jangan mundur kalau takut. Lihatlah masa lalu di samping untuk terus berjalan maju.
Ketika Aku Melihat Bulan, Aku Melihat Kamu
Masih terekam jelas di dalam memori akan banyaknya hal yang kita lakukan di malam pergantian tahun kemarin. Senyum indahmu itu tidak akan pernah pudar di setiap detik yang kujalani. Seolah-olah bibir manismu menjadi cahaya harapan hidup bagiku. Aku tidak akan pernah membiarkan kepalsuan, kebusukan, dan kekejaman dunia merenggut senyuman indah itu dari wajahmu.
Malam berganti malam, suhu dingin yang membalut sudut kota terasa begitu pekat. Banyaknya bunyi petasan yang berpacu di langit malam, pertanda perayaan pergantian tahun akan segera di mulai.
Malam ini ku kenakan pakaian yang sama seperti malam itu waktu bersamamu, dengan kemeja kotak-kotak berwarna abu-abu, jaket parasut, serta celana ripped jeans yang sudah lama tidak pernah kupakai. Perlahan-lahan aku membuka pintu apartamen dan menutup kembali pintu tersebut hingga menimbulkan suara ringan. Sambil menuruni anak tangga, berharap tidak ada yang ketinggalan di malam spesial ini.
Pemandangan di sekitar sini ternyata tidak banyak yang berubah. Sepertinya waktu berjalan lambat di tempat ini. 10 Tahun sudah berlalu, tetapi tempat ini masih tetap terlihat sama bagiku. Nostalgia akan hal-hal yang pernah kulakukan di tempat ini terus menyelimuti pikiran. Banyak kenangan yang aku dan kamu buat di tempat ini. Tidak ada malam yang tidak pernah kita lewatkan bersama. Ku nyalakan sebatang rokok untuk menjaga suhu tubuh ini tetap terjaga.
Sepanjang jalan setapak yang kulewati, begitu banyak kegembiraan yang menari-nari di tempat ini. Bagaimana pun juga, orang-orang pasti ingin membuang hal-hal buruk yang pernah terjadi di tahun ini, dan melepaskan itu semua di malam pergantian tahun ini. Aku cukup mengerti apa yang mereka rasakan. Kekejaman masa lalu tidak akan pernah bisa hilang, waktu tidak akan berbuat banyak untuk luka tersebut. Lari dari masa lalu bukanlah solusi, tapi menerimanya adalah jawabannya.
Ku berhenti di sebuah taman. Terlihat dua orang pria dewasa sedang bermain catur di meja taman ditemani alunan nada-nada lembut dari sekelompok musikalitas jalanan, dan sekumpulan anak-anak yang bermain petasan di sudut taman. Suasana taman tidak terlalu ramai, sudah sangat jelas bukan?Sepertinya taman bukan pilihan utama untuk menghabiskan waktu di penghujung tahun.
Ada satu hal yang menganggu pikiranku, yaitu sebuah pohon natal yang cukup besar. Terakhir kali aku tinggal disini, belum pernah ada pohon natal berdiri sebesar itu di taman ini. Aku pun menghampiri pohon tersebut. Kilauan warna-warni pada bola natal dan bermacam-macam jenis lampu yang melilit di pohon, serta aksesoris lainnya yang ikut serta menghiasi pohon ini sungguh begitu menakjubkan. Pandanganku tidak bergerak sedikitpun.
Pohon natal tersebut perlahan-lahan menarikku ke alam bawah sadar, dan melemparkanku kedalam dasar jurang yang sangat dalam. Semuanya berwarna putih untuk sesaat. Tempat apa ini? Apakah ini surga? Aku tidak mengenal tempat ini. Tempat ini seperti surga. Tidak ada yang mengalahkan pemandangan di tempat ini. Begitu menakjubkan. Bisikan rintih tiba-tiba terngiang di telingaku,
"Untuk apa keindahan semua ini ada, kalau hanya seorang diri? "
Aku tidak tahu suara ini berasal dari mana, tapi aku sepertinya pernah mendengar suara ini. Apakah kerinduanku yang begitu dalam menciptakan halusinasi seperti ini? Seakan-akan seseorang memberiku sebuah pesan yang tersirat di dalam bisikan tersebut.
Mencoba bangun dari segala imajinasi liar ini, aku mengadah keatas dan melihat sang bulan. Aku tidak melihat satu pun bintang yang bersinar di malam ini. Sang bulan yang selalu ditemani oleh bintang-bintang untuk menerangi gelapnya malam, sekarang dia sendirian.
Mengapa bulan masih begitu kuat menyinari gelapnya malam walau dia hanya sendirian?
Kemanakah bintang-bintang yang selalu menemanimu?
Apakah engkau tidak merasa dikhianati?
Aku ingin menjadi bulan.
Aku tersadar, kalo bisikan tersebut ternyata datang darimu. Kamu mencoba untuk memberi tahuku ,bahwa kamu kesepian disana. Banyak hal-hal yang sangat indah disana, tapi kamu masih tetap merasa kesepian. Tidak ada yang bisa mengobati rasa kesepianmu itu. Tetapi kamu tetap berdiri kokoh. Seperti tidak peduli akan kesendirian, kamu tetap bersinar terang seperti bulan. Tidak pernah sekalipun kamu mencoba untuk redup. Usahamu itu menunjukan padaku, bahwa kamu berjuang disana. Cahayamu telah sampai padaku. Dan akan kusimpan baik-baik cahaya ini di kotak bernama masa depan yang akan selalu menerangi dan menuntunku untuk semakin dekat padamu.
Aku merasa bahwa,
setiap kali aku melihat bulan, aku melihat kamu.
Aku sudahi nostalgia panjang di malam ini, dan segera mengambil jalan untuk pulang.
Maaf ya untuk plot cerita yang sangat sederhana dan super pendek ini huehuehue. Maklum, aku cuman bikin cerpen di sela-sela kebosanan jam pelajaran. Maka dari itu, kenapa cerpen ini super pendek dan plot yang sangat klasik. Di kelas imajinasiku terbatas sih hahahha (alasan). Ini aku edit-edit sedikit di komputer, sisanya pure ngerjain di kelas. Cerita ini terserah kalian menafsirkannya bagaimana, soalnya aku lebih suka pembaca yang menentukan endingnya. Ya semacam itu dehh pokoknya. Mungkin kapan-kapan aku bakalan upload lagi cerpen yang kaya gini.
Puas dengan tidurku yang pulas, acara dilanjutkan kembali. Masih banyak yang wajah-wajah jeleknya masih terpampang, tanda kekurangan tidur. Kadang suka bingung sama orang yang kaya gini, di kasih waktu buat tidur, tapi malah nggak di pake sebaik mungkin. Mereka menghabiskan malam sambil rokok-an ato pun ngobrol2 hal-hal yang gak jelas.
Sebelum kita pulang, kita semua foto bareng bersama pengurus dan alumni. Walupun masih banyak kekurangan dari acara ini, tapi makrab yang di adain sama HMJM seru abis. Kakak-kakaknya juga pada ramah-ramah semua. Calon-calon anggotanya juga berbagai macam jenis. Pokok nya seru deh! Kalian wajib ikut HMJM kalo masuk STIE YKPN! Sebenernya masih banyak acara seru lainnya di makrab kemarin, cuman nggak bisa aku ceritain semua. Maaf ya gaes.
Selesai senam, kita semua bermain kucing-kucingan. Anak jaman 90-an mana yang nggak kenal game kaya gini. Setelah itu, cowok dan cewek dipisahkan dan membuat barisan 1 banjar. Disini cowok dan cewek saling berhadapan, bau-bau nggak jelas sudah tercium.
"Buat yang cowok, segera kumpul ke sumber suara" Teriak kak Ana
Lalu, kak Ana memberi kita semua sebuah instruksi,
"Abis ini, kalian tanyain pasangan kalian apa pengalaman mereka setelah kuliah di STIE YKPN"
"Terus kalian hitung berapa huruf O yang keluar dari mulutnya." Imbuhnya.
Kami kembali ke tempat, aku pun melihat pasanganku. Seorang cewek yang berbadan cukup besar, dengan make up yang bukannya membuat dia cantik, malah lebih membuat dia terlihat menyeramkan, dan bibirnya yang memakai lipstik merah. Instingku mengatakan kalo ini cewek pasti agresif & kasar.
"Setelah aba-aba ini, segera lakukan instruksi yang tadi saya berikan!" Teriak kak Ana
"1,2,3!!!"
Aku menghampiri pasanganku dengan santai dan mulai melakukan hal sesuai instruksi.
"Apa pengalamanmu selama kuliah di YKPN?" Dengan tampang sok keren dan kalem,
"Apa ya?" Dia bingung.
"Ya apa gitu." Berusaha membantu, tapi nggak berguna.
"Apa dong, bantuin aku dong cok!" Sambil menarik bajuku.
Anjir ini cewek, ini sih agresif tingkat dewa. Belum kenal tapi langsung main manggil "cok" , sambil narik baju ku pula! Cewek idiot ini nggak tau aturan memang.
"Ya jawab apa aja kek terserah!" Kataku sambil berusaha tenang. Padahal aslinya pengen aku tendang ini perempuan.
"Ya apa? Bantuin to nyuk!" Logat jawa nya keluar, dan masih sambil menarik baju ku.
"Di STIE YKPN pokoknya lebih bagus ketimbang kampusku yang sebelumnya!"
"Bilang aja gitu!" Memperjelas kalimatnya yang barusan.
Ternyata si cewek ini kurang lebih sama kaya aku yang pindah kampus.
"OK!" Sambil melepaskan tangannya dari baju ku, dan kembali ke posisi sebelumnya.
Gila, ini cewek kasar abis. Sekarang giliran si cewek yang nanya ke cowok dengan pertanyaan yang sama.
"Apa pengalamanmu di STIE YKPN cuk?"
Anjir. Dia jawab sama nanya, sama-sama nggak ada sopannya! Gk tau diri banget dah.
"Gak ada rasa." Singkat. Biar nggak terlalu lama aku berurusan sama itu cewek!
Amit-amit dah punya cewek kaya begitu. Pasti itu cewek jomblo! Cowok mana yang mau deket sama cewek kasar? Cuihh!!!! Kalopun ada, cowoknya pasti jadi korban kekerasan dalam berpacaran. Apa lagi aku nggak bisa nge bayangin, apa yang bakal dia lakuin semisal tau kalo pasangannya selingkuh. Bakal jadi rendang titit cowoknya.
Sebelum kita pulang, kita semua foto bareng bersama pengurus dan alumni. Walupun masih banyak kekurangan dari acara ini, tapi makrab yang di adain sama HMJM seru abis. Kakak-kakaknya juga pada ramah-ramah semua. Calon-calon anggotanya juga berbagai macam jenis. Pokok nya seru deh! Kalian wajib ikut HMJM kalo masuk STIE YKPN! Sebenernya masih banyak acara seru lainnya di makrab kemarin, cuman nggak bisa aku ceritain semua. Maaf ya gaes.
Betapa lelahnya badan ini buat nulis, tapi kepengen cepet di tulis biar nggak lupa apa yang mau di tulis #ribet .
Masing-masing kelompok berkumpul dan membuat lingkaran kecil. Dan apa yang kita lihat di sini bungg? Ternyata aku satu kelompok dengan adik kelas SMA ku sendiri bungg. Unbelievable. Adik kelasku ini cewek. Aku hampir nggak pernah bicara sama dia waktu di SMA, tapi aku inget jelas namanya. Sebelumnya sih kita udah sering bertemu di kampus, cuman nggak pernah saling sapa gitu. Aku mikirnya nanti kalo aku asal nyapa dia, eh taunya dia lupa sama aku gimana?. Kan canggung. Dari pada menghasilkan suasana yang awkward, kita jadi pura-pura nggak kenal gitu di kampus. Walaupun di SMA aku cukup anti sosial sama adik kelas, tapi aku selalu inget wajah-wajah adik kelasku, dan juga namanya. Nggak lupa kan kalo aku stalker sejati? Hahahahahahha!
Musik dinyalakkan. Panitia memilih lagu Bunda dari Melly Guslow untuk sesi ini. Dari musik nya bisa kita lihat dengan jelas, kalo ini adalah renungan. Semenit berlangsung nya renungan, tangan kananku bergetar ringan. Tanda kalo si eggi sedang menangis, betapa imut sisinya yang ini. Sedangkan dari si shinta nggak ada satupun air mata yang keluar dari awal sampe akhir renungan. Terlalu strong nggak manis tau buat cewek, ada saatnya kalian harus bergantung sama pria #apasih #akungomongapaanjir .
Oke, hari ini aku baru aja pulang dari kegiatan malam keakraban yang diadain oleh HMJM STIE YKPN di daerah pantai Parangtritis. Yoii bro, aku anggota HMJM sekarang huheuhuhe! Ya sebenernya ikut ini sih cuman ngisi waktu doang. Maklum lah, terlalu banyak waktuku buat bersantai, jadi belajar produktif sedikit lah hehehhe. Acara ini dimulai dari tanggal 17 Oktober kemarin, sampai tanggal 18 Oktober sore. Kita berangkat dari kampus sekitar jam 9 lebih sedikit, menggunakan transportasi bus pariwisata tahun 90-an. Peserta cuman disuruh membayar 120rb untuk mengikuti acara ini, jadi uang menentukan kualitas as always. Jadi aku ceritain di beberapa poin aja ya. Capek ngetiknya bosss.
BARU DATENG
Setelah tiba di tkp, aku kaget bukan main. Iya gaes, soalnya waktu TM di jelasin tempatnya itu bakal dimana, dan kakak-kakak panitia bilang namanya, "Villa Hanoman." Imajinasi ini mengkhayal terlalu tinggi, aku pikir villa yang di maksud adalah yang seperti layaknya villa-villa untuk liburan itu. Ternyata cuman losmen atau penginapan tua yang tempatnya cukup nggak terurus. Minus 1 poin buat HMJM, karena udah php-in aku huehuehue. Ya kalo cuman di penginapan ato losmen, mbok ya di billang seperti apa adanya. Jangan di hiperbola-in jadi villa dong ah!
PEMBAGIAN KAMAR
Sampai di pembagian kamar, calon anggota cewek dan cowok di pisah barisannya, cowok di sisi timur dan cewek di sisi barat. Oke, aku percepat dikit ya. Semua cowok sudah menempati kamarnya masing-masing, kecuali aku dan Berry temen sekelasku. Aku dan Berry pun maju, karena tinggal kita berdua yang belum dapet kamar untuk tidur. Baru satu langkah berjalan, terdengar suara dibarisan cewek,
"Afenda Aminulloh Minharnika di kamar 2!" teriak kakak panitia itu. Karena nggak ada yang maju, ia pun mengulanginya lagi dengan nada yang lebih keras.
"ANJIRRRRRRRRRR!!!!!!" Kataku kepada si Berry
"Kenapa fen?" Tanya si Berry kalem.
Aku nggak melanjutkan pertanyaannya si Berry, dan langsung segera lapor kepanitia.
"Kak, namaku kok itu disebutin di pembagian kamar cewek??" Dengan nada yang cukup nyolot.
"Oh maaf dik, aku kira kamu cewek"
"Kamu sama dia masuk ke kamar 2 ya." Polos. #Bruhhhhhh
Sambil berjalan menuju kamar, si Berry pun tertawa kegirangan. Gini ya teman-teman, namaku ini dari mana nya sih bagian ceweknya? Kok orang-orang selalu bilang ini nama cewek?? Kesel banget, malu bukan main. Bayangin, sejak SMP sampe lulus SMA, namaku yang tertulis di absen kelas, itu gender nya selalu P! Fucking shit banget. Minus 1 buat HMJM pokoknya!
PEMBAGIAN KELOMPOK
Disini pembagian kelompoknya cukup absurd, kita nggak bsa milih kelompok kita sendiri, supaya kita juga bisa membaur sama temen-temen lainnya. Kita membuat lingkaran besar, setelah itu kita berhitung 1-7. Tiap orang yang mendapatkan nomer yang sama, berarti dia satu kelompok.
Masing-masing kelompok berkumpul dan membuat lingkaran kecil. Dan apa yang kita lihat di sini bungg? Ternyata aku satu kelompok dengan adik kelas SMA ku sendiri bungg. Unbelievable. Adik kelasku ini cewek. Aku hampir nggak pernah bicara sama dia waktu di SMA, tapi aku inget jelas namanya. Sebelumnya sih kita udah sering bertemu di kampus, cuman nggak pernah saling sapa gitu. Aku mikirnya nanti kalo aku asal nyapa dia, eh taunya dia lupa sama aku gimana?. Kan canggung. Dari pada menghasilkan suasana yang awkward, kita jadi pura-pura nggak kenal gitu di kampus. Walaupun di SMA aku cukup anti sosial sama adik kelas, tapi aku selalu inget wajah-wajah adik kelasku, dan juga namanya. Nggak lupa kan kalo aku stalker sejati? Hahahahahahha!
Nggak disangka dia membuka obrolan duluan sama aku.
"Kak Afenda masih inget sama aku nggak?" Katanya kalem. Dari bola matanya aku bisa baca kalo dia berdoa kecil, berharap manusia hina ini ingat sama aku.
"Y, ya inget lah, kamu temen sekelasnya adit kan? Sambil terbata-bata karena gerogi. Aneh ya? Memang!
Obrolan kita pun dilanjutkan dengan basa basi busuk. Dan satu pertanyaan yang bikin flashback mencuat dari bibirnya,
"Kak Afenda, masih sama kak ***?"
Kenapa ya, kalo ketemu kenalan dari SMA pasti pertanyaan kaya seperti itu selalu keluar. Entah kutukan apa ini. Hidup ini gak adil, kenapa cuman aku doang yang di tanyain ginian sih? Itu si mantanku aja kaga pernah di tanya beginian. Kan curang! FYI aja, aku pacaran di SMA cuman 1x, dan itu sama orang yang sama dari kelas 1 SMA sampe lulus. Jadi cukup wajar menurutku pertanyaan ini selalu mencuat ketika ngobrol bareng sama kenalan SMA. Tapi kalo di tanyain gitu terus aku ya kzl to mas mas.
API UNGGUN
Sambil mengikat slayer di leher, aku jalan keluar kamar menuju lapangan. Disitu sudah terlihat kayu untuk api unggun terpasang rapi, dan lilin-lilin sudah berjejer yang membentuk sebuah lingkaran besar. Masing-masing lilin di isi satu orang, bersama kelompoknya. Jadi aku dan 6 orang anggota kelompokku, berdiri berdampingan. Posisiku paling strategis, dihimpit oleh 2 wanita cuy.
Romantis banget kan? Coba aja ada kamu disini, hmmm. Sebenernya sih aku mau ngambil foto di setiap acaranya. Tapi berhubung hp dan ipad di sita, harapan cuman jadi harapan.
Kalo penasaran aku dimana, tuh aku tunjukin. Itu disamping kiri ku ada Shinta (adik kelas SMA) dan sebelah kanan ku ada Eggi. Nggak, itu aku ngadep situ nggak lagi modus kok, suerr. Aku lupa aku ngomong apa disitu, soalnya ini yang jepret kakak panitianya, baru dikirim tadi lewat grup LINE.
Aku percepat bagian seru2an di api unggun nya, pasti udah tau lah isi api unggun itu kalo nggak spontanitas, ya renungan. Menurutku lho.
Kita semua disuruh berdiri, dan diminta mengikat slayer yang kita bawa, untuk jadi penutup mata.
"Gandeng tangan disamping kalian" Teriak MC.
Wah, momen ini nih. Yang bikin hepi dan juga bikin grogi. Saking lamanya nggak ada yang gandeng, takutnya pas sekalinya di pegang malah keringet dingin.
"Ah bodo amat!" Pikir ku dalam hati. Yang ntar, ntar aja dipikirin.
Serentak, tangan kami bergandengan semua. Tangan-tangan cewek memang mulus semua ya, nggak salah kalo makhlhuk Tuhan yang satu ini menjadi perusak akal sehat buat para pria. Imajinasiku melayang jauh di bagian ini.
Musik dinyalakkan. Panitia memilih lagu Bunda dari Melly Guslow untuk sesi ini. Dari musik nya bisa kita lihat dengan jelas, kalo ini adalah renungan. Semenit berlangsung nya renungan, tangan kananku bergetar ringan. Tanda kalo si eggi sedang menangis, betapa imut sisinya yang ini. Sedangkan dari si shinta nggak ada satupun air mata yang keluar dari awal sampe akhir renungan. Terlalu strong nggak manis tau buat cewek, ada saatnya kalian harus bergantung sama pria #apasih #akungomongapaanjir .
Nahh saatnya sesi penggojlok-an. Untuk organisasi sekelas HMJM penggojlok-an pasti ada. Yang melakukan penggojlok-an sepertinya adalah alumni HMJM dan juga pengurus HMJM. Seperti menunggu jodoh, nggak ada satupun yang menggojlok diriku ini. Sedangkan untuk wanita-wanita cantik yang ada disampingku bahkan sudah berkali-kali alumni bergilir untuk menggojlok mereka. Tampaknya disini penggojlok-an berbumbu modus bung!! Isak tangis Eggi semakin mengeras dari sebelumnya, dia mengenggam tanganku semakin keras dan mengeras selama sesi ini berlangsung. Mencoba membantu si Eggi agar tetep kuat, aku hanya bisa mengelus lembut tangan Eggi supaya dia tetap tenang dan fokus. Dan masih, aku tetep nggak ada yang menggojlok. Sedih.
"Buka mulutnya"
Dari sumber suara, dipastikan itu untuk si shinta sebelahku.
Disuruh makan apa aku ini ya. Mulai khawatir. Alumni mencoba membuat peserta muntah dengan "UEK" nya yang lebay itu. Pasti sesuatu yang pahit. Aku masih bisa nge-handle rasa pahit, slow lah pikirku. Giliranku tiba,
"Buka mulutnya" Kata si kakak
"Yang lebar!" Mulai nyolot
Sendok pertama, seperti yang kuduga. Ternyata kita disuruh menelan cairan ato sejenis sirup yang rasanya sangat pahit! Kutelan habis,
"Buka mulutnya lagi!" Teriak si kakak
"ANJRIT MASIH ADA LAGI"
Sendok kedua ini rasanya kaya air kencing kuda asli, rasa asin dan asam bersatu padu. Ini cukup bikin aku mau muntah, tapi aku tetep berusaha buat nelen dan ngelupain rasanya biar gak keliatan cemen. Dan sendok terakhir ternyata manis, setidak nya bisa menghilangkan kedua rasa yang tadi. Si eggi tampaknya agak kesulitan meminumnya, genggaman tangannya yang mulai kendor, kembali mengeras. Sekarang gilirian si Fath ketua kelompok ku. Kayanya itu baru sendok pertama, dan dia langung muntah! Anjirr. Dan muntahnya itu nggak sante abis, sampe2 isi makanan diperutnya sepertinya juga keluar kalo diliat dari keseriusan muntahnya.
Ketika penutup mata dilepas, api unggun sudah menyala terang. Perlahan sang api melahap kayu bakar, kita semua bernyanyi Api Unggun cukup riang, dan dilanjutkan tidur.
Mungkin segitu dulu yang bisa aku ceritain, lanjutannya aku kerjain besok. Oke?
Sekian lama nya, akhirnya mood pun tiba. Mood masih menjadi kendalaku dalam menulis blog ini, hadehhhh. Mood untuk kuliah pun akhir-akhir ini juga menurun, dan itu bikin semua materi yang di kasih dosen nggak bisa aku cerna, padahal UTS sebentar lagi. Yasudah lah ya.
Jujur, aku masih suka untuk memandangi dirinya yang pernah aku ceritain sebelumnya. Ya walaupun cinta ku (asek) gk bakal sampe padanya, setidaknya itu lebih menarik ketimbang mendengar ocehan dosen hahahha! Memandangi nya dari jauh sudah lebih cukup buatku, tanpa sadar perlahan-lahan rasa yang aku simpan semakin hari semakain pudar, semakin menjauh dan terus menjauh. Pertanda bahwa harapan yang nggak mungkin bisa menjadi kenyataan.
Temanku si Risal juga mengalami hal yang sama, bedanya dia naksir sama sahabatnya si cewek itu. Bukannya patah hati, tapi bajingan ini malah asik nge-chat cewek lain. Cadangan gebetannya banyak banget anjirr!! Ada yang udah pake sayang-sayangan, ada yang masih pdkt, dll. Memang anjir ini orang pikirku. Aku liat isi kontak di hp nya, isinya asrama cewek semua bro! BRUHHHH! Ternyata temenku yang selama ini jalan bareng sama aku selama di kampus, ternyata seorang Ladykiller huahahhahah! Buat cewek-cewek maba khusus nya YKPN hati2 ya sama dia.
PS: Peace broo ^^v ! But i have to do this, for girls sake!
Jujur aku nggak benci dia, cuman aku mikir kadang2. Kalo cowok kebanyakan tipe nya kaya dia, udah pasti bakal banyak cowok2 jomblo bertaburan. Kalo gini sih, walopun jumlah wanita lebih banyak ketimbang pria, kalo gini caranya tetep aja tingkat kejombloan manusia lebih tinggi pada pria. Betul gak?
Dan for your information, nggak semua cowok pandai merangkai perasaan biar sampai ke hati kalian. Untuk beberapa spesies cowok, bisa melihat cewek yang ia suka dari kejauhan, itu lebih dari kata cukup. Boro2 ngedeketin, di ajak ngomong sepatah dua patah kata sama si dia aja rasanya mati sekarang pun aku relaaaaa.
Dear ladies, kalo emang kalian suka sama cowok, gak usah gengsi ngomong duluan. Apa lagi sampe nge-kode biar di deketin segala. Harga diri kalian nggak akan jatuh, cuman karena kalian yang memulai first move ato nembak duluan. Nggak ada yang salah kan?
Punya selogan, "Ladies first!" Tapi kok gak mau maju duluan? #pffttttttt
Akhir-akhir ini aku juga sering menulis cerpen di saat materi-materi yang disampaikan oleh dosen tidak lagi membuatku tertarik. Mungkin kapan-kapan aku akan meng-upload cerita nya kesini. Itu cerita yang aku buat di sela-sela jam kuliah berlangsung, sambil diem2 aku nulisnya. Jadi kalo emang nggak terlalu menarik, di nikmati saja. Oke oke? :)
Setengah jam lagi udah ganti hari, malem minggu pun terlewatkan seperti malam2 biasanya. Ketimbang menghabiskan waktu buat bersosial bareng temen, ato sekedar mencari angin, aku lebih memilih untuk diam dikamar dengan gadget dan komputerku. Sore tadi sih sebenernya pengen nulis blog, biar malem minggu nggak terlalu kelabu. Tapi mood tiba2 ngilang, aku batalin nulis, i do watching instead. Dan ini baru aja selesai nonton film, langsung buka blog. Nggak afdol kayanya kalo malem ini nggak ngupload blog. Hari ini 5x lagu Fix You - Coldplay aku putar di komputerku, entah kenapa aku ingin nulis pengalamanku yang mirip sama lagu tersebut.
Pernah nggak kalian kecewa sama temen, sahabat, saudara, ato pacar? Kecewa dalam berbagai hal misalkan, yang sampe2 membuat kalian nggak ingin kalo mereka ada di hidup kalian lagi. Ketika kalian terlalu mencintai mereka tapi di saat itu juga kalian harus merelakan mereka. Apa yang bakal kamu lakukan? Rasa kecewa boleh menjadi salah satu hal yang paling mengerikan di dunia, tapi rasa kecewa pasti dapat disembuhkan oleh waktu. Tapi, keputusan yang kita buat saat diposisi itu, yang tanpa pikir panjang, emosi meluap, dan tidak perduli lagi jika dunia akan berakhir. Maka, selamat anda telah milih jalan yang akan kalian sesali seumur hidup, dimana waktu tidak bisa lagi mengobati luka.
Itu lah yang aku rasain waktu itu. Seorang yang sudah aku anggap teman hidup berkata, bahwa dia nggak bakal selalu ada di samping ku lagi. Dia bilang, dia akan merawat orang tuanya. Darah pun langsung naik ke kepala, tanpa sadar aku berkata ke dia, "JANGAN PERNAH HUBUNGI ATAU KETEMU AKU LAGI!"
Setelah pengorbanan yang telah aku lakuin, seenaknya aja dia bilang gk bakal ada di samping ku lagi. Jelas2 kita udah bermimpi dan berjanji bersama-sama, saling membantu menemukan impian masing2, dan selalu jalan bergandengan nggak perduli apa yang orang lain bilang. Tapi dia malah ngerusak janji itu sendiri. Kita sama2 saling mengorbankan waktu, tapi kenapa menurutmu waktu itu kaya gak ada artinya? Kamu paham nggak sih nilai-nilai dari waktu yang kita jalanin sama2? Selama itu kita membangun pertemanan dekat, berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Nggak sedikit pertengkaran yang kita alami. Apa arti waktu buatmu?
Ya itulah yang aku pikirin pada saat itu, tapi belum sempat terucap. Aku tau ini egois, begitu mulianya dia. Dia ingin merawat orang tuanya sampe tua nanti, sedangkan aku malah egois. Hahaha, waktu itu aku doyan drama sih, makannya jadi begitu deh. Tapi aku udah mulai menghilangkan sifat dramatis itu kok, sedikit demi sedikit. Suwerrrrr!
Setelah itu pun, hari berganti hari gk ada kabar dari dia. Ya lah! Sesekali kita pernah chat. Obrolan dari chat tersebut aku lupa, kayanya kita masih sedikit berdebat kalo gk salah. Sama dia cerita kalo dia udah punya temen deket baru, syukur pikirku, karena dia udah ada yang ngejagain. Aku pun rada jealous, dia bisa dengan mudahnya ganti tempat, sedangkan aku masih di tempat yang sama. Begitu banyak waktu yang bisa aku gunain buat minta maaf buat kejadian yang waktu itu, tapi nggak sekalipun aku nge-lakuin hal tersebut. Berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan hampir setahun dia pun nggak ada kabar. Walaupun begitu, aku nggak pernah buat nyoba buat nelfon dia ato pun nge-chat dia.
Sejak saat itu, aku nggak pernah bisa lagi tidur nyenyak. Flashback2 tentang dia selalu muncul ketika aku hendak terlelap. Setiap hari aku mengalami kejadian kaya gini, nggak enak banget. Rasa berdosa, dan rasa bersalah menjadi satu. Kenapa aku nggak minta maaf waktu itu? Kenapa waktu kejadian itu aku mesti mengambil keputusan yang salah? Banyak pertanyaan yang mengalir. Tapi aku tetap nggak ngelakuin apa-apa walaupun aku bisa.
Lebaran tiba, tapi kata maaf pun belum terucap dari mulut ini. Flashback2 di kepala makin menjadi!
Karena udah muaknya aku dengan flashback2 itu, waktu itu kejadiannya 2 minggu setelah lebaran. aku putusin buat nge-hubungi dia dan segera minta maaf yang sebesar-besarnya. Aku pun nge-chat temennya, kenapa temennya? Karena kontaknya nggak bisa dihubungi lagi, bbmku di delcont, dan aku gk punya jejak soal dia. Satu-satunya cara ya lewat temennya. Aku bilang ketemennya buat minta kontak dia yang bisa aku hubungi. Dia bersedia ngasih, tapi tunggu persetujuan si dia. Dan ternyata dia nggak nge-bolehin buat ngasih kontaknya dia ke aku!
Oke dari situ aku sadar, ternyata aku udah telat buat minta maaf.
Semenjak itu, flashback2 itu hampir nggak pernah muncul lagi. Kayanya Tuhan mendengar permintaan maafku yang tulus, yang mungkin nggak si dia dengar.
Aku nggak tau alasan dia apa nggak mau menghubungiku lagi. Tapi dari sini aku tau, setebal atau sekuat apapun hubunganmu dengan seseorang. pada akhirnya kalian akan dipisahkan oleh jurang yang disebut perpisahan. Nggak ada yang pasti di dunia ini, yang pasti adalah perpisahan. Mulai sekarang, aku maupun dia hanya menjadi seseorang yang pernah saling mengenal. Waktu tidak bisa berbuat banyak disini. Dan rasa menyesalpun belum berakhir sampai saat ini.
Drama banget ya pengalamanku huehuehue. Ya gitu deh, apa adanya. Tentu saja cerita aslinya nggak se-simpel itu. Kalo di ceritain semua mah capek atuh. Mungkin kalo aku ceritain detail nya, bsa jadi satu buku ensiklopedia dan dalam waktu seminggu langsung jadi best seller. HAHAHHAHA! #krikkrik #apasih #apaancoba
Aku sendiri berharap temenku yang aku maksud bisa membaca tulisan ini, dan kita bisa cerita bareng2 lagi hahaha. Kamu mungkin udah menemukan masa depan yang terbaik buat kamu, jadi kamu gk bakal pernah nge-liat aku lagi yang udah ada jauh di belakangmu. Tapi aku bakalan tetap diam disini, sampai suatu saat ada orang yang bisa mengembalikkan waktu, dimana aku bisa meminta maaf padamu yang sesungguhnya.
Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya.
Belum sempat aku lihat nama lengkap cewek tadi, aku mikir pasti ada perkenalan di kelas nanti. Karena kelompok SMB tadi adalah temen-temen yang bakal jadi anggota kelas ku. Oke, hari pertama kuliah di mulai, dia duduk di bangku paling depan (ntah ni cewek kok demen banget di depan), aku pun menyesuaikan, agar aku bisa ngeliat wajahnya dengan jelas. Pelajaran di mulai, dan sampe akhir pelajaranpun nggak ada perkenalan. Oke gpp, masih ada waktu sampe hari jumat buat perkenalan. Hari ke-2, berusaha nyari nama lengkap dia lewat absen yang digilir, dengan modal nama panggilan doang aku pun nggak menemukannya. Pelajaran terakhir hari ke-2 pun selesai dan belum ada perkenalan juga! Hari ke-3&4 pun berakhir dan juga belum ada perkenalan! Hari ke-5/Jum'at, hari terakhir kuliah dalam minggu ini. Masih dengan harapan yang sama agar ada diadakan perkenalan di kelas, tapi sayangnya harapanku nggak terpenuhi. SADDDDD :"(((((((
Asli ini kampus, bukannya minggu pertama kuliah cuman perkenalan, eh ini yang perkenalan cuman dosen doang, belum lagi mesti dengerin curhatannya si dosen, ada lagi yang langsung masuk materi dan tugas! FAKKK!
Ini tandanya, misi aku mencari nama si cewek ini belum selesai. Cara pertama gagal, aku mesti make cara ke-2, yaitu masuk ke circle anak-anak kelas biar aku bisa di masukkin ke grup kelas. Kalo nggak gara-gara ini cewek, males banget masuk grup kelas. Soalnya grup kelas pasti ada anak-anak gak jelas yang kurang kerjaan terus bikin grup berisik dengan obrolan sampah mereka. Tapi aku tahan dulu itu semua demi perjuangan ini! Dan aktika aku sudah masuk kedalem grup, yang pertama aku liat ada lah MEMBERNYA! YASSS, si cewek tersebut ternyata ada di grup, terus nicknya pake nama lengkap pula! Dewi Fortuna sedang baik-baiknya.
Misi pun selesai! Dengan nama lengkap yang udah aku dapet, proses pencarian akun medos dia bisa lebih mudah. Stalking pun terjadi saat itu tak lama setelah beberapa saat masuk ke dalam grup kelas. Aku bakal stalk semua medsos yang dia punya! Di twitter aku nggak nemu akun dia, aku coba facebook. Ya mungkin ini cewek udah gk pernah buka facebook lg, isinya masih ada unsur-unsur cabe2annya, dari foto, header, status, sama informasinya. Ilfeel? Nggak tuh! Waktu aku stalk mantanku dulu, kejadiannya pun kurang lebih sama kaya gini (cie aku baper). Aku scrolling terus kebawah, dan ....................... DIA IN RELATIONSHITTT BROO!!! WTFF! Aku pun menstalk pacarnya juga. Demi mengumpulkan informasi, semua hal yang berkaitan sama itu cewek aku kumpulin. Dan FYI, masih gantengan aku lho ketimbang cowoknya, HAHAHHA. Gpp lah memuji diri sendiri toh nggak ada yang salah. Oke, kesimpulan yang aku dapet dari nge-stalk fb dia, mungkin dia udah putus sama pacarnya yang ada di fb. Soalnya status itu aku lihat 1 year ago. Biasanya kan kita jarang nemu pacaran bisa bertahan lebih dari setahun. Kecuali aku, kalo aku pacaran mah pasti lama, ya walaupun banyak putus nyambungnya huheuheuhe. Nge-stalk hari itu pun aku sudahi.
Besoknya setelah pulang ngampus, giliran instagram yang aku eksekusi. Dan cuma sebentar, hati ini pun patah berkeping-keping! T_____________________________T
Damnn, dia baru upload foto bareng pacarnya yang waktu itu aku liat di fb, 30 minutes ago!
Yang awal ada rasa manis-manisnya, sekarang berubah menjadi pahit.
Kumatikan hp, dan berharap mimpi bisa menghapus semuanya.
Asli ini kampus, bukannya minggu pertama kuliah cuman perkenalan, eh ini yang perkenalan cuman dosen doang, belum lagi mesti dengerin curhatannya si dosen, ada lagi yang langsung masuk materi dan tugas! FAKKK!
Ini tandanya, misi aku mencari nama si cewek ini belum selesai. Cara pertama gagal, aku mesti make cara ke-2, yaitu masuk ke circle anak-anak kelas biar aku bisa di masukkin ke grup kelas. Kalo nggak gara-gara ini cewek, males banget masuk grup kelas. Soalnya grup kelas pasti ada anak-anak gak jelas yang kurang kerjaan terus bikin grup berisik dengan obrolan sampah mereka. Tapi aku tahan dulu itu semua demi perjuangan ini! Dan aktika aku sudah masuk kedalem grup, yang pertama aku liat ada lah MEMBERNYA! YASSS, si cewek tersebut ternyata ada di grup, terus nicknya pake nama lengkap pula! Dewi Fortuna sedang baik-baiknya.
Misi pun selesai! Dengan nama lengkap yang udah aku dapet, proses pencarian akun medos dia bisa lebih mudah. Stalking pun terjadi saat itu tak lama setelah beberapa saat masuk ke dalam grup kelas. Aku bakal stalk semua medsos yang dia punya! Di twitter aku nggak nemu akun dia, aku coba facebook. Ya mungkin ini cewek udah gk pernah buka facebook lg, isinya masih ada unsur-unsur cabe2annya, dari foto, header, status, sama informasinya. Ilfeel? Nggak tuh! Waktu aku stalk mantanku dulu, kejadiannya pun kurang lebih sama kaya gini (cie aku baper). Aku scrolling terus kebawah, dan ....................... DIA IN RELATIONSHITTT BROO!!! WTFF! Aku pun menstalk pacarnya juga. Demi mengumpulkan informasi, semua hal yang berkaitan sama itu cewek aku kumpulin. Dan FYI, masih gantengan aku lho ketimbang cowoknya, HAHAHHA. Gpp lah memuji diri sendiri toh nggak ada yang salah. Oke, kesimpulan yang aku dapet dari nge-stalk fb dia, mungkin dia udah putus sama pacarnya yang ada di fb. Soalnya status itu aku lihat 1 year ago. Biasanya kan kita jarang nemu pacaran bisa bertahan lebih dari setahun. Kecuali aku, kalo aku pacaran mah pasti lama, ya walaupun banyak putus nyambungnya huheuheuhe. Nge-stalk hari itu pun aku sudahi.
Besoknya setelah pulang ngampus, giliran instagram yang aku eksekusi. Dan cuma sebentar, hati ini pun patah berkeping-keping! T_____________________________T
Damnn, dia baru upload foto bareng pacarnya yang waktu itu aku liat di fb, 30 minutes ago!
Yang awal ada rasa manis-manisnya, sekarang berubah menjadi pahit.
Kumatikan hp, dan berharap mimpi bisa menghapus semuanya.
Who is falling in love right now? Kita flashback dulu ke awal aku menginjakkan kaki pertama kali di kampus. Here we go!
Waktu SMB (sambut mahasiswa baru) di kampus kami, waktu itu aku baris bersama kelompokk Aku ada di barisan yang cukup belakang, dan sebelahku ada barisan cewek kelompok kami. Awalnya sih aku cuek sama siapa yang ada di depan, belakang, ato sampingku. Aku cuman fokus ke depan sama hp yang ku pegang. Ketika acara sudah di buka, datenglah para MC buat memulai acara selanjutnya, kami pun di persilahkan untuk duduk. Sembari dengerin celotehan para MC, aku main hp. Nakal ya? Memang sedikit nakal aku, padahal sebelum acara udah di kasih tau nggak boleh main hp, tapi akunya masa bodo, demi menghilangkan suasana awkward aku mesti main hp!
Masuk ke pertengahan acara kira-kira, aku ketahuan main hp. Padahal dari baris tadi, hp jelas-jelas udah ku mainin, tapi kenapa baru sekarang liatnya ya? Hp ku pun di ambil dan gak bakal di balikin.
Ya nggak lah! Syukurnya, di kampus ini nggak ada kekejaman seperti itu. Yakali hp disita, kan hp udah jadi salah satu kebutuhan primer manusia di zaman ini. Ya kan? Aku cuman di tegur dan diminta buat menaruh hp-ku kedalem tas. Okee, asal nggak di ambil aku nggak masalah, toh nanti masih bisa aku ambil lagi waktu ada kesempatan. Setelah naruh hp ke dalem tas yang ada di belakang barisan, aku duduk kembali. Aku pun memandangi orang-orang yang ada di sekitarku, dan untuk pertama kalinya aku ngeliat cewek di sampingku. Dia berjilbab putih, berkaos polo celana jeans kebiruan. Ya lah! Orang itu dress code buat SMB hari ini. Entah kemasukan sihir apa, pandanganku terhadap si wanita itu nggak mau lepas. Tanpa sadar jam istirahat pun tiba, saking terpesonanya sampe nggak sadar waktu bro! Oke kita skip sampe istirahat selesai. Barisan masih sama seperti tadi, hanya si wanita tadi berpindah posisi dari tempat awal ke posisi yang ada di depannya. Dalem hati, "mungkin ini cewek udah sadar kalo dari tadi ku pantengin terus, makannya dia pindah", gitu pikirku. Nggak masalah, selama dia masih dalam jarak pandang pengelihatan ku. Masih dalam posisi mantengin itu cewek, aku mempelajari postur tubuhnya, model sepatunya, alisnya, bentuk mulutnya, pokoknya semua yang nggak penting aku pelajari disitu. Tapi beberapa saat kemudian dia pindah ke posisi ke tempat yang paling depan. Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!!
Dia pasti beneran udah sadar kalo ada bajingan yang lagi ngeliatin dia! Damnnnn! Hp pun yang aku mikirnya bisa aku ambil waktu istirahat tadi, jadi lupa aku ambil gara-gara mantengin tu cewek. Sekarang alasan untuk ikut SMB pun sirna. Gpp! Yang penting aku tau nama panggilan dia. Dan aku bakal cari nama lengkap dia di perkenalan kelas nanti buat aku stalk! HAHAHAHHAHAA!!!
Setelah tidur puas selama 11 jam semalem, aku terbangun jam 8 pagi. Gila ya, udah kaya orang mati tidurku. Kuliah pagi sampe maghrib memang menguras tenaga, apa lagi tenaga ku nggak kaya orang normal lainnya. Lari 5 meter aja udah kaya mau mati rasanya! Padahal dulu waktu SD-SMP aku seneng banget olahraga, setiap minggu mesti di ajakin jogging, ikut ekstra yang berbau olahraga, naik sepeda kesekolah. Tapi pas masuk SMA hidupku berputrar 179,9 derajat. Kerjaannya: Makan, dota, tidur siang, pacaran (yes indeed my friend, kalian gak salah baca), browsing, tidur lagi, repeat.
Terkadang aku kangen sama masa-masa SMA. Di masa itu aku bisa dapet apa yang aku pengen, nggak seperti di masa skrg. Waktu kecil pasti ada yang sering berdoa biar cepet jadi dewasa, termasuk aku. Tapi pas dewasa nggak tau apa yang harus dilakuin. Kita yang beranjak dewasa mesti harus belajar gimana bermasyarakat, bertindak, bertanggung jawab, mencari solusi, kebayang kan jadi orang yang beranjak dewasa?
Cobaan hidup pun dateng satu persatu buat ngajarin.
Hidup itu kaya game, ketika udah selesai stage A, kamu akan lanjut ke stage B, begitu terus. Semakin lama, stage yang kamu jalani akan semakin susah. Ketika gagal, masih ada tombol RESTART, dan kamu akan respawn. Jangan nyerah, kalo nyerah itu tanda nya lo GAME OVER! Kematian kita jadi THE END of THE GAME.
Tinggal pilih, lebih pilih nyerah & Game Over? Atau restart dan berjuang terus sampe The End? The Choice is yours!
Dari putus cinta, masalah keluarga, keuangan, tugas kuliah yang gak tau aturan, kesepian yang merajalela, nggak bisa dota, dan masih banyak lagi. Masalah yang besar & kecil, dan masalah yang penting n gak penting. Semua masalah itu yang menjadikan diriku yang saat ini, nilai-nilai penting yang nggak bakal aku sia2in. Jadi intinya, aku nggak bakal mengkhianati aku yang dulu. Aku terima masa lalu kelamku seburuk apapun itu. Orang nggak bakal menjadi seseorang kalo dia nggak mau terima siapa dirinya yang dulu. Bener gak?
Hidup ini memang indah, tapi terlalu banyak logika yang mengalahkan rasa. Berpikirlah menggunakan logika, tapi bersikaplah menggunakan rasa.
Terkadang aku kangen sama masa-masa SMA. Di masa itu aku bisa dapet apa yang aku pengen, nggak seperti di masa skrg. Waktu kecil pasti ada yang sering berdoa biar cepet jadi dewasa, termasuk aku. Tapi pas dewasa nggak tau apa yang harus dilakuin. Kita yang beranjak dewasa mesti harus belajar gimana bermasyarakat, bertindak, bertanggung jawab, mencari solusi, kebayang kan jadi orang yang beranjak dewasa?
Cobaan hidup pun dateng satu persatu buat ngajarin.
Hidup itu kaya game, ketika udah selesai stage A, kamu akan lanjut ke stage B, begitu terus. Semakin lama, stage yang kamu jalani akan semakin susah. Ketika gagal, masih ada tombol RESTART, dan kamu akan respawn. Jangan nyerah, kalo nyerah itu tanda nya lo GAME OVER! Kematian kita jadi THE END of THE GAME.
Tinggal pilih, lebih pilih nyerah & Game Over? Atau restart dan berjuang terus sampe The End? The Choice is yours!
Dari putus cinta, masalah keluarga, keuangan, tugas kuliah yang gak tau aturan, kesepian yang merajalela, nggak bisa dota, dan masih banyak lagi. Masalah yang besar & kecil, dan masalah yang penting n gak penting. Semua masalah itu yang menjadikan diriku yang saat ini, nilai-nilai penting yang nggak bakal aku sia2in. Jadi intinya, aku nggak bakal mengkhianati aku yang dulu. Aku terima masa lalu kelamku seburuk apapun itu. Orang nggak bakal menjadi seseorang kalo dia nggak mau terima siapa dirinya yang dulu. Bener gak?
Hidup ini memang indah, tapi terlalu banyak logika yang mengalahkan rasa. Berpikirlah menggunakan logika, tapi bersikaplah menggunakan rasa.
Yoo!
Tepat jam 9 tadi aku baru aja selesai namatin game Final Fantasy 13 & Final Fantasy 13 Part 2.
Gamers pasti tau game ini, kalo nggak tau berarti dia gamers karbitan! huhuehue. Setelah perjuangan selama 2 minggu buat namatin game ini, akhirnya kelar juga. Kirain ini game bakal selesai selama 1 bulan, tapi ternyata lebih cepet dari yang aku kira. Final Fantasy 13 sih awalnya cuman bisa dimainin lewat platform console, tapi square enix berbaik hati, ngebuat game ini bisa dimainin buat di PC. TERPUJILAH ENGKAU!!!
Sebenernya kurang 1 series lagi yang mesti aku mainin di final fantasy 13. Final Fantasy 13 Lightning Returns namanya. Tapi series ini belum rilis di PC, dan entah kapan aku bisa mainin game ini (tangan dah gatell broooo!). Series ketiga dari final fantasy 13 ini menjadi penutup perjuangan mbak lightning, sedih tentunya.
Awalnya aku kira game ini gampang, tapi ternyata SUSAHHHH! Aku mesti bolak balik buka walktrough demi bisa namatin game ini. Kecepatan tangan dan strategy logic sangat berpengaruh kalo dari segi pengalamanku. Kita juga harus ngatur komposisi party dan jenis serangan kita, pokoknya ribett! Paling demen aku gameplay nya Final Fantasy 7 Crisis Core yang di PSP tuh, ajibb. Kalo dari segi jalan cerita sih oke-oke aja, karena bagus nggaknya jalan cerita itu relatif, tergantung penikmatnya. Tapi buat yang ff13 part 2, ceritanya rada mind blowing. Jujur aku nggak terlalu paham cerita di part 2. Karena di part 2 kita mesti menjelajahi ruang & waktu, beda sama part 1 nya, yang cuman tinggal perang aja kerjaannya. RPG nya lebih terasa di part 2. Buat part 3 nya, square enix belum bsa mastiin kapan tanggal pastinya, tapi yang jelas pasti bakal di rilis buat PC. Yaa semoga aja bisa dipercepat bungg! Gak semua game RPG aku mainin. Aku tipe orang yang nggak terlalu mementingkan gameplaynya, asal jalan ceritanya bagus buat ditelusuri pokoknya SIKATT!
Dan sekali lagi, aku udah namatin final fantasy 13 part 1&2, so i can going back to reality now and i can sleep hard tonight. Thankss to walktrough, without u i cant finish this game!
Tepat jam 9 tadi aku baru aja selesai namatin game Final Fantasy 13 & Final Fantasy 13 Part 2.
Sebenernya kurang 1 series lagi yang mesti aku mainin di final fantasy 13. Final Fantasy 13 Lightning Returns namanya. Tapi series ini belum rilis di PC, dan entah kapan aku bisa mainin game ini (tangan dah gatell broooo!). Series ketiga dari final fantasy 13 ini menjadi penutup perjuangan mbak lightning, sedih tentunya.
Awalnya aku kira game ini gampang, tapi ternyata SUSAHHHH! Aku mesti bolak balik buka walktrough demi bisa namatin game ini. Kecepatan tangan dan strategy logic sangat berpengaruh kalo dari segi pengalamanku. Kita juga harus ngatur komposisi party dan jenis serangan kita, pokoknya ribett! Paling demen aku gameplay nya Final Fantasy 7 Crisis Core yang di PSP tuh, ajibb. Kalo dari segi jalan cerita sih oke-oke aja, karena bagus nggaknya jalan cerita itu relatif, tergantung penikmatnya. Tapi buat yang ff13 part 2, ceritanya rada mind blowing. Jujur aku nggak terlalu paham cerita di part 2. Karena di part 2 kita mesti menjelajahi ruang & waktu, beda sama part 1 nya, yang cuman tinggal perang aja kerjaannya. RPG nya lebih terasa di part 2. Buat part 3 nya, square enix belum bsa mastiin kapan tanggal pastinya, tapi yang jelas pasti bakal di rilis buat PC. Yaa semoga aja bisa dipercepat bungg! Gak semua game RPG aku mainin. Aku tipe orang yang nggak terlalu mementingkan gameplaynya, asal jalan ceritanya bagus buat ditelusuri pokoknya SIKATT!
Dan sekali lagi, aku udah namatin final fantasy 13 part 1&2, so i can going back to reality now and i can sleep hard tonight. Thankss to walktrough, without u i cant finish this game!
Hidup di Jogja memang ekonomis, semua barang bisa kita dapat dengan harga terjangkau. Ini salah satu keuntungan paling berpengaruh buat orang-orang yang lagi menimba ilmu di jogja, termasuk aku. Tapi setiap orang punya keuangannya masing-masing, bermacam-macam bentuk mahasiswa ada disini. Dari yang berkecukupan sampai yang di bawah rata-rata, ada yang doyan foya-foya ada yang cuman bisa diem dirumah (padahal aslinya pengen foya2 juga).
Aku orang yang termasuk di kategori rata-rata untuk keuangan, dan kategori yang paling demen dirumah (karena ada wi-fi) huehueh! Entah kenapa akhir-akhir ini biaya untuk hidupku bisa seboros ini. 200rb just for 1 week? Damnn! Aku sendiri nggak tau uangku di pake buat apa aja, soalnya aku bukan tipe orang yang bisa inget transaksi apa aja yang aku lakuin. Untuk uang makan aku bisa habis 20-25 sehari, tiap minggu ongkos untuk bensin 20rb (Pertamax dong tentunya!), setiap 2 minggu sekali aku laundry, biayanya berkisar 20rban. Kalo aku mikirnya sih itu udah kelewat hemat. Tapi kenapa uangku bisa cepet banget habisnya? WHYYYY?
FYI, hari ini aku di transfer 500rb sama ortu. Tapi dari 500rb aku potong buat bayar listrik 100rb & wi-fi 200rb, yak sisa 200rb. Tapi gimana caranya biar 200rb ini bisa bertahan sampe 2 minggu kedepan?????? Ortu ku bukan tipe yang suka men-jatah. Jadi tiap awal bulan belum tentu dapet kiriman, bisa aja masih pake duit bulan sebelumnya kalo masih ada sisa. Itupun kalo misalkan dikirim awal bulan paling cuman 200rb ato paling banter 500rb. Aku sih nggak terlalu mikirin berapa banyak uang yang di kasih, karena aku tau, ortu ku cuman sanggup ngasih duit segitu dulu. Im totally fine with that.
Temen-temenku ada yang ngeledekin, "awal bulan kok sengsara?", aku sih masa bodo, karena di hidupku nggak kenal sama yang namanya awal ato akhir huehueh. Kalo temen-temenku yang dari bali aku ceritain kehidupanku di jogja, mungkin tambah parah lagi hinaan dari mereka hahahhah. Kadang aku suka ngeluh di dalem hati, ada rasa sedikit menyesal, kuliah jauh dari orang tua. Tapi setiap pikiran itu terlintas, aku liat foto ibuku yang terpasang di samping pintu kamar, yang kapan saja aku bisa lihat dari tempat tidur maupun berangkat kuliah. Pikiran-pikiran negatif tadi langsung terpatahkan, semangat berjuang pun dateng, entah darimana asalnya (asli nulis kalimat ini bikin berkaca-kaca). Aku harus inget, siapa yang memaksa untuk kuliah jauh dari orang tua? siapa yang maksa kuliah ketika tau kondisi perekonomian orang tua? Ya, jawabannya ada lah AKU! Kita semua harus belajar bertanggung jawab dengan apa yang kita pilih. Kondisi keuangan keluargaku lagi nggak bagus. Di setiap malam menjelang tidur aku berpikir, aku harus bsa mengatasi permasalahan keuanganku disini biar nggak membebani keluarga disana. But, the question is, dimana harus dimulai? apa langkah-langkah yang harus di ambil?
Aku orang yang termasuk di kategori rata-rata untuk keuangan, dan kategori yang paling demen dirumah (karena ada wi-fi) huehueh! Entah kenapa akhir-akhir ini biaya untuk hidupku bisa seboros ini. 200rb just for 1 week? Damnn! Aku sendiri nggak tau uangku di pake buat apa aja, soalnya aku bukan tipe orang yang bisa inget transaksi apa aja yang aku lakuin. Untuk uang makan aku bisa habis 20-25 sehari, tiap minggu ongkos untuk bensin 20rb (Pertamax dong tentunya!), setiap 2 minggu sekali aku laundry, biayanya berkisar 20rban. Kalo aku mikirnya sih itu udah kelewat hemat. Tapi kenapa uangku bisa cepet banget habisnya? WHYYYY?
FYI, hari ini aku di transfer 500rb sama ortu. Tapi dari 500rb aku potong buat bayar listrik 100rb & wi-fi 200rb, yak sisa 200rb. Tapi gimana caranya biar 200rb ini bisa bertahan sampe 2 minggu kedepan?????? Ortu ku bukan tipe yang suka men-jatah. Jadi tiap awal bulan belum tentu dapet kiriman, bisa aja masih pake duit bulan sebelumnya kalo masih ada sisa. Itupun kalo misalkan dikirim awal bulan paling cuman 200rb ato paling banter 500rb. Aku sih nggak terlalu mikirin berapa banyak uang yang di kasih, karena aku tau, ortu ku cuman sanggup ngasih duit segitu dulu. Im totally fine with that.
Temen-temenku ada yang ngeledekin, "awal bulan kok sengsara?", aku sih masa bodo, karena di hidupku nggak kenal sama yang namanya awal ato akhir huehueh. Kalo temen-temenku yang dari bali aku ceritain kehidupanku di jogja, mungkin tambah parah lagi hinaan dari mereka hahahhah. Kadang aku suka ngeluh di dalem hati, ada rasa sedikit menyesal, kuliah jauh dari orang tua. Tapi setiap pikiran itu terlintas, aku liat foto ibuku yang terpasang di samping pintu kamar, yang kapan saja aku bisa lihat dari tempat tidur maupun berangkat kuliah. Pikiran-pikiran negatif tadi langsung terpatahkan, semangat berjuang pun dateng, entah darimana asalnya (asli nulis kalimat ini bikin berkaca-kaca). Aku harus inget, siapa yang memaksa untuk kuliah jauh dari orang tua? siapa yang maksa kuliah ketika tau kondisi perekonomian orang tua? Ya, jawabannya ada lah AKU! Kita semua harus belajar bertanggung jawab dengan apa yang kita pilih. Kondisi keuangan keluargaku lagi nggak bagus. Di setiap malam menjelang tidur aku berpikir, aku harus bsa mengatasi permasalahan keuanganku disini biar nggak membebani keluarga disana. But, the question is, dimana harus dimulai? apa langkah-langkah yang harus di ambil?
Yoo! Akhir weekend tiba-tiba pengen nulis di blog, nggak tau mau nulis apa tapi seperti di paksa buat nulis. Aneh.
Kita semua tau kalo di dunia ini ada yang namanya kesendirian, tergantung perspektif setiap orang memaknai kesendirian tersebut. Bagi sebagian orang sendiri itu menyebalkan, sendiri itu hampa, sendiri itu tidak berwarna. But not for me. Entah kenapa di kesendirian itu aku menemukan kenikmatan tersendiri. Mungkin kalian juga ada yang seperti aku. Contohnya: Ketika teman-teman kuliah ato sekolah kalian pada hang out bareng, suasana kamar lebih mempesona dan berkualitas dari pada di luar sana. Ketika masuk sekolah/kampus baru, semua teman-teman kelas kita udah punya circle mereka sendiri-sendiri. Mereka sudah mulai berbagi sedikit cerita hidup mereka, asal mereka, sekolah mereka dulu, bahkan mungkin ada yg menggunakan circle mereka buat nyari pasangan. Hadeh. Tapi kita nggak, kita cuman bisa duduk manis, mendengarkan orang-orang lain bercerita, bercanda, bermesra-mesraan. Sebagian orang pasti mikirnya kita aneh, kuper, pendiam, dan yang paling parahnya di katain no life. Hahaha, mereka pada belum kenal aja dalemnya. Mungkin kalo udah tau seluk-beluknya perspektif tadi bisa berputar 180 derajat. Bener gak? CMIIW
Itu cuman sedikit contoh yang aku alami. Ada saatnya kalian bakal bahagia punya sifat seperti ini, dan juga kesedihan tentunya. Pasti lahh, setiap ada kelebihan pasti ada kekurangannya juga. Tapi jangan sampai kesendirian jadi alasan kalian buat mencari masa depan.
Topik hari ini memang nggak jelas. As i said before, aku nggak tau mau nulis apa. Tapi percayalah setiap tulisan yang ku buat berasal dari lubuk hati ku yang paling dalam, bukan random thoughts huehuhe. See ya!
Yoo! Ini hari kedua aku make blog. Kalo di liat-liat post pertama ku kaku banget ya? Udah jangan di bahas, maklum baru belajar nulis blog hehehhe. I'll do my best
Siang ini nggak ada bedanya dari siang-siang sebelumnya. Ada saran untuk menghilangkan kebosanan? Kalo aku sih, ya nulis blog. Itung-itung nggak ada rugi nya heheh. Tapi sebenernya alasan kenapa aku nulis blog ini karena aku nggak punya tempat buat cerita, nggak punya tempat buat bersandar huehuheu. Selain itu juga aku orang nya nggak punya bakat apa-apa. Setiap ditanya, "Mau jadi apa kalo sudah dewasa?" Aku cuman bisa diam seribu bahasa, nggak tau mau ngomong apa. Aku juga nggak punya hobi yang bisa buat di seriusin. Makannya hidup ku terlalu garing buat diceritain. Tapi aku malah nulis blog buat ceritain kehidupanku. Memang aneh, tapi ya gimana?
Jadi orang yang nggak punya minat dan bakat itu petaka banget. Kalian yang punya permasalahan kaya aku gini pasti ngerti gimana rasanya. Di satu sisi aku pengen jadi orang normal yang ngejalanin hidupnya selurus jalan pantura, tapi di satu sisi hati ku memberontak. Dia bilang, "Kamu nggak boleh jadi orang normal, nggak ada tempat dan masa depan di kehidupan seperti itu buat kamu." Tapi setiap hati ku menjerit kaya gitu, aku nggak tau harus gimana. Setiap aku berpikir apa tujuan hidupku, apa yang aku mau, apa yang aku butuhin, aku nggak pernah dapet jawabannya. Aku juga sering mencari di internet cara-cara menemukan tujuan hidup. Tapi itupun nggak terlalu banyak membantu. Bayangin gimana caranya kita bisa nyari bakat ato minat yang sedangkan kita nggak tau diri kita sendiri. Seolah-olah di pikiranku seperti ada yang menutup jalan buat menemukan keinginanku. Sesuatu yang sangat besar dan berat untuk aku memindahkannya. Setiap aku ingin tidur, pikiran ini selalu di hantui.
Tapi dari itu semua, aku sudah nemuin satu hal untuk menemukan jati diriku sebenernya. Kalo kalian ingin menemukan jati diri kalian, carilah tempat bersandar, carilah ruang buat berkreasi, carilah tempat yang bisa menampung semua ceritamu. Karena aku orang yang nggak terlalu pandai bergaul, ya aku berusaha menceritakan cerita kehidupan ku sedikit demi sedikit disini. Tentunya sembari mencari tempat-tempat yang aku sebutin diatas dong heheh. Aku yakin suatu saat pasti ada jalan buat kita, orang-orang yang belum mempunyai tujuan.
Have a nice day kawan :)
Yo wazzup?
Im just new here, jadi belum terlalu ngerti gimana cara penggunaanya. Mungkin temen-temen nanti bisa bantu huehuehue :)
Yak, sebelumnya aku mau memperkenalkan diri dulu. Nama lengkap Afenda Aminulloh Minharnika, bsa kalian panggil Fenda hoho. Aku kuliah di Jogja jurusan ekonomi manajemen, mungkin temen2 yg di jogja mau meet sama aku *ngarep. Perkenalanku cukup sampe situ dulu, soalnya sisanya gak penting buat kalian tau ahahha. Ini post pertama, sorry ya kalo nggak jelas.
Subscribe to:
Posts (Atom)






- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact