Friday, October 23, 2015

Move The Past

Semua orang pasti punya sesuatu yang sangat berharga untuk dijaga. Nggak peduli apapun resikonya, mereka nggak akan pernah melepaskannya. Tapi, terkadang sesuatu yang sangat berharga bagi kita itu, malah menjadi pedang bermata dua. Memang kurang adil, kita telah berkorban banyak untuk menjaga harta tersebut, tapi semua pengorbanan itu seakan-akan tidak ada harganya sama sekali. Mereka nggak pernah memikirkan pengorbanan yang tak terlihat apa yang telah kita lakukan selama itu. Semua kenangan menjadi sampah, yang sangat tidak berguna.

Aku benci banget melihat manusia seperti itu, yang menganggap semua memori indah yang pernah di jalani bersama adalah sampah. Waktuku yang berharga telah kamu ambil, dan nggak akan pernah bisa aku tagih kembali, begitu juga sebaliknya. Hargai sedikit pengorbanan yang sangat berharga tersebut, walaupun aku tau kamu tidak mau lagi melihat ke belakang. Melihat orang dengan perilaku seperti ini bikin emosi. 

Kamu mungkin sudah bisa terbang ke langit, tapi berapa banyak orang yang telah kamu tinggalkan sendirian di tanah? Kamu mungkin orang baik di mata orang, tapi diwaktu yang sama kamu juga orang yang kejam dan nggak tahu diri untuk sebagian orang. Tidak ada orang baik di dunia ini. Walaupun kamu begitu dekat dengan Tuhan, itu semua nggak akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik kalo nyatanya kamu masih jahat terhadap orang lain. 

Aku bingung sama semua ini gaes, kok bisa ya dengan gampangnya orang nge-buang kenangan yang dulu nya berharga bagi mereka ke tempat sampah. Semuanya alay. Masa lalu dianggep masa terburuk dalam hidup mereka. Sekarang gini, ilmu pengetahuan yang kita dapetin sekarang emang nggak ada yang dari masa lalu? Penemuan-penemuan hebat semuanya berasal dari masa sekarang?  Orang bisa berkembang karena berjalan berdampingan dengan masa lalu, bukannya meninggalkan masa lalu jauh di belakang. Lebih bagus kalo membiarkan masa lalu berjalan di samping kita, karena menoleh masa lalu di samping lebih mudah untuk kita introspeksi diri, ketimbang berputar kebelakang dan melihat masa lalu. 

Lari dari masa lalu itu cuman orang idiot, pecundang yang nggak punya tempat di dunia ini. Masa lalu memang kejam, nggak bisa di pungkiri lagi. Tapi kejam mana sama melupakan orang-orang yang bikin kita bahagia di masa tersebut? Bukannya kalo kalian menghapus masa lalu, itu juga berarti menghapus mereka semua? 

Kemanapun kita pergi, seberapa cepat pun kita berlari, masa lalu akan selalu ada tepat di belakangmu. Kalo memang ada cobaan hidup datang, lihatlah masa lalu disamping, belajarlah dari dia.

Berubah itu wajar, itu adalah sifat alami manusia untuk terus bertambah kuat. Yang nggak wajar adalah cara berubahnya. Orang yang nggak memikul beban apapun di punggungnya nggak akan pernah bisa maju untuk merubah kehidupannya. Mungkin orang-orang yang dulu pernah bahagia bersamamu sekarang kamu anggap seperti sampah yang nggak berguna. Tapi memori yang mereka ciptakan di kepalamu saat ini bukan sampah. Kenangan-kenangan kecil itulah yang membuat kamu menjadi seperti ini. 

Jangan lari kalau tidak ingin di kejar. Jangan mundur kalau takut. Lihatlah masa lalu di samping untuk terus berjalan maju.


0 comments:

Post a Comment

 
;