Kala itu, setiap momen ku usahakan tertuang dalam satu cerita. Setidaknya hanya satu lembar tiap momen. Ku abadikan segalanya dalam satu tarikan tinta sembari melukis sesuatu yang terlihat di matanya.
Api membawanya terbang
Berarak tak bersinggung
Menari bersama kawanan bintang
Di langit sana ialah harapan
Berdoa tak memuja
Kawanan domba kehilangan gembala
Senja tiba bermakna
Seketika gelap
Kala itu
Ku lihat langit; ia bercermin
Ku tatap sorotnya; kedua matanya bukan milik
Ku pandang tangannya digenggam; harapan pupus
Sadar....
Ia milik semua
Degup kaki berjalan menjauh
Tak mungkin sosok itu
melihatku pergi
Hanya suara serangga
serta rasi bintang
Yang menggiring hati pulang
Melihat seseorang
tak pernah sesakit ini
sebelumnya
(28.05.2016)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment