Terkadang, saat aku berbicara dengan orang, aku berpikir kembali. Bagaimana bisa makhluk rendahan seperti mereka mempunyai jiwa? Mereka makhluk setengah-setengah bagiku. Ada dan tiada.
Sempat terpikir bahwa satu orang manusia mempunya satu dunia. Orang tersebutlah yang paling nyata eksistensinya. Sedangkan yang lainnya tak lebih dari sekadar peran pembantu. Semesta ini mempunyai dunia paralel yang sangat luas. Bisa saja kita raja di dunia kita, tetapi di dunia orang lain kita menjadi seorang budak tak berarti.
Sampai titik di mana aku sadar. Manusia yang tadinya hanya hitam putih bisa merubah semuanya menjadi merah darah.


0 comments:
Post a Comment