Titik-titik hujan mulai menampakkan
dirinya. Mendarat begitu lembutnya di sebuah kaca jendela. Membasahi tanah yang
kering, melepaskan dahaga bagi para tanaman dan juga pepohonan. Menciptakan
sebuah aroma yang begitu khas yang semua orang pasti bisa merasakannya. Aroma
yang begitu candu. Bahkan sebagian orang berpikir bahwa menghirup aroma seperti
ini merupakan sebuah kebahagiaan istimewa tersendiri.
Bagi orang yang membenci
hujan sekalipun, aroma ini sungguh memikat. Tapi dibalik itu semua, terlihat
jelas bahwa langit sedang menangis. Seolah-olah ia mewakili kesedihan semua
orang yang telah kehilangan air matanya untuk menangis.
Hujan tampak mulai
deras, air yang jatuh tidak lagi mendarat lembut. Pepohonan dan tanaman
seakan-akan menari karena terkena terpaan angin yang cukup kuat. Aroma yang
tercium semakin kuat tetapi dalam sekejap pun ia menghilang. Air mulai
menggenang di sudut-sudut tertentu. Sampah yang dibuang oleh orang-orang yang
tidak bertanggung jawab mulai mengapung di atasnya.
Di saat itu, aku berkenalan dengannya.


0 comments:
Post a Comment