Jika Sang Penjaga Waktu mengizinkan untuk memutar kembali pendulumnya, mungkin aku akan memilih untuk tidak berada di sana saat itu, lebih baik hari itu tak kugenggam ponsel ini, apakah segalanya berubah jika hari itu aku lebih memilih untuk tak menghubunginya? Apa yang akan terjadi? Mungkin aku yang sekarang akan lenyap, digantikan sosok baru yang telah lama menjadi jati diriku yang sebenarnya. Begitulah seharusnya.
Walau begitu, rasanya sudah terlalu banyak aku mengumpat pada waktu. Untuk sekarang, yang ada hanyalah ada. Terima segala kenyataan, dan melangkah seakan hari esok adalah hari terakhir. Klise bukan?


0 comments:
Post a Comment