Sunday, December 11, 2016

Diary December 11, 2016 Art Of Grey

Belakangan ini aku mempelajari sesuatu. Mungkin di luar sana hal ini sudah menjadi hal basi yang tak perlu dibahas lagi. Beberapa di antara kalian pun pasti juga menganggapnya demikian. Atau mungkin kalian tidak percaya sama sekali? Boleh saja, itu sesuka kalian. Yang ingin aku katakan di sini adalah betapa idiotnya kita ini. Hidup hanya dengan modal kepercayaan, tanpa tahu apa yang kita jalani sesungguhnya. 


Baikkah itu? Burukkah itu? Pantaskah kita menaruh harapan di sana? Apa ada yang paling mulia selain ketulusan tanpa pertanyaan? Membiarkan anak domba terlepas di lautan penuh kebebasan tanpa ada seorangpun gembala yang menuntunnya, bukankah itu sedikit kejam? Oh, itu bukan level kejam lagi namanya, namun sadistic.



"Kehidupan hanyalah panggung drama," kata mereka. Aku tidak terlalu senang mendengar ataupun menggunakan kalimat itu. Ya walaupun sedikit benar, tapi kurasa ada yang sedikit salah di sana. Jika diandaikan kepada realitas, pantaskah seorang pengemis menjadi aktor di sebuah pentas masif seperti itu? Bisa jadi dia mungkin dibutuhkan sebagai peran pembantu. Tapi coba kalian pikir, untuk apa hidup jika hanya menjadi sebuah eksistensi yang hanya secuil kotoran hidung. Menjijikan sekali.



Kalian mungkin bisa menarik contoh di sebuah lingkaran sosial. Lihatlah bagaimana cara mereka menjunjung tinggi kata "kebersamaan" itu. Menjeritkan semboyan yang hanya dimiliki oleh mereka sendiri. Di kejauhan aku mendengar salah seorang meneriakkan, "Solidaritas tanpa batas!" Dengan api yang berkobar di kedua matanya. Sungguh aku ingin ketawa.



Nyatanya di belakang panggung, semua manusia sosial itu berlomba-lomba hanya untuk merebutkan satu hal. Peran utama. 



Tampaknya aku lari dari topik awal. Dasar aku, selalu bersemangat jika membahas hal-hal yang hanya ada di imajinasiku saja. Baiklah kita mulai dari awal lagi.



Aku setuju jika dikatakan bahwa hidup itu sesungguhnya taruhan besar-besaran. Dari sebelum kita dilahirkan di muka bumi, bahkan kita sudah memulai permainan ini. Siapapun yang membaca ini berarti kalian sudah mengantongi kemenangan pada taruhan pertama. Selamat! Anda memenangkan selembar tiket untuk hidup di dunia.



Hahaha.



Haha.



Ha.



H...



Sampah!



Siapa pula yang ingin ikut bertaruh jika pada akhirnya jadi begini. Aku terlahir menjadi seorang penjudi terburuk. Terimakasih untuk siapapun yang telah memberiku tiket tak berguna itu. Brengsek!


0 comments:

Post a Comment

 
;