Friday, January 15, 2016

Diary January 15, 2016

Aku tidak tahu persis apa yang sedang aku lakukan sekarang. Membalik jam tidur manusia yang tak seharusnya. Menghabiskan malamnya hingga subuh menjelang dengan membaca manga. Meratap masa depan yang akan dimiliki. Selalu begitu tiap malamnya.

Saat ini yang sedang aku lakukan adalah menulis sebuah diary, yang harusnya menjadi curahan hati bagi penulisnya. Satu yang harus kalian tahu, aku tidak punya banyak untuk dicurahkan. Hidupku terlampau sunyi untuk didaki. Terlalu dangkal untuk diselami. Dan terlalu gelap untuk disinari. 

Kekosongan diri yang tak terbatas membuat raga ini hanya belulang berdaging. Tanpa memiliki kecerdasan berkualitas seperti insan lainnya.

Aku tahu. Aku akan mencobanya.

Nilai semester ini semuanya sampah. Lebih rendah dari sampah. Di pastikan bahwa aku harus menempuh semester perbaikan. Which is, aku harus membayar lebih untuk mengikutinya. Bussiness school with bussiness systems. 

Mereka bilang mahasiswa kampus ini di haruskan untuk mengikuti mata kuliah dengan baik dan benar. Agar tidak menempuh semester perbaikan karena biayanya relatif mahal.

Itu semua kedok. Ketololan yang membuatku gila. Idiotic!

Teman-temanku semuanya pada berbondong-bondong mendaftar semester perbaikan. Mengorbankan waktu liburannya dengan kuliah. Aku tidak habis pikir, sebegitu pentingnya nilai untuk ampas-ampas ini? Atau takut kalau lulus dengan waktu yang lama? 

Aku juga seperti kalian. Ingin lulus dengan cepat. Tapi aku tak ingin memutuskan waktuku yang berharga dengan keluargaku. Sedikitpun tak berarti nilai itu dibandingkan kebersamaan yang harmoni.

Aku sudah tak sabar untuk kembali pulang ke pulau dewata. Melepaskan penat, dan beristirahat dengan kedua sayapku. Ibu dan keluargaku.


0 comments:

Post a Comment

 
;