Andai menemukan tiga poin tersebut semudah bermain games, mungkin aku sudah sibuk menjalankan poin-poin tersebut untuk mencapai kesuksesan hidup.
Nyatanya itu semua nggaklah mudah. Mungkin kita harus merasakan jatuh ribuan kali, terpuruk beratus-ratus kali, dan merasa putus asa berjuta-juta kali, untuk menemukan tujuan hidup kita.
Dulu waktu aku berumur sekitar 7 tahunan, aku punya impian untuk menjadi seorang tentara. Yang memiliki wibawa tinggi, kuat, sosok yang mampu melindungi seseorang. Menginjak usia 12 tahun, aku membuang impian lamaku menjadi seorang tentara, menjadi seorang atlet sepak bola. Impian itupun tak bertahan lama setelah aku bertemu dengan yang namanya online games. Disaat itu juga aku berhenti yang namanya olahraga. Minus dimataku semakin dan semakin bertambah. Kondisi fisik pun tidak lagi menunjang untuk berolah-raga.
Sebenarnya tidak hanya itu, banyak impian-impian yang berguguran tanpa sempat ku coba. Seiring beranjak usia dan menginjak dewasa, bukannya sudah seharusnya memantapkan tujuan. Tapi coba lihat disini, aku masih dengan riangnya bersantai-santai.
Seiring beranjaknya usia juga, impian-impian itu tidak pernah lagi terpikirkan di kepala. Mungkin aku terlalu mengalir pada arus kehidupan. Hingga lupa siapa diriku.
Banyak diluaran sana memperkenalkan cara untuk mencari jati diri kita sebenarnya. Tapi apa perlu se-frustasi itu untuk mencari jawabannya? Karena setiap insan tidak semua sama.
Karena hakikat manusia di ciptakan di bumi ini adalah terus mencari jawaban akan pertanyaan yang selalu berkelebat di pikiran manusia tersebut.
Bagaimana caranya? Who knows?
Karena yang tahu tentangmu, hanya dirimu sendiri.
Saat ini, samar-samar aku sudah mendapatkan secercah cahaya akan hal tersebut. Sebuah gambaran kasar apa tujuan serta impian-impianku. Yang aku perlukan saat ini adalah motivasi. Untuk menjaga komitmen yang sedang aku pegang teguh.
Tapi apakah akan berhasil?
Mungkin tidak. Mungkin aku harus membuang mimpi ini suatu saat. Dan menggantinya dengan mimpi-mimpi yang lain.
Tidakkah kau takut untuk 'jatuh'?
Orang macam apa yang tidak takut 'jatuh'? Waktu yang sudah dihabiskan untuk sebuah impian bukan hal yang sepele. Orang yang sudah sukses di bidangnya pun masih takut untuk merasakan 'jatuh'.
Apakah putus asa akan menghalangi langkahmu untuk maju?
Jelas. Putus asa suatu saat pasti akan datang. Nggak banyak yang bisa kita lakukan pada momen tersebut terjadi. Saat itu tiba, kita hanya bisa berharap dan berdoa. Agar diberikan sebuah cahaya terang yang akan membimbing kita. Dan meminta agar diberikan sebuah penolong yang akan menghancurkan impian kita menjadi debu, dan perlahan-lahan membangun sesuatu yang lebih kokoh dengan abu tersebut.
Apa kau yakin?
Apa itu keyakinan? Apa yang perlu di yakini? Semua kata-kata yang kuucuap adalah dusta dan tak berarti. Sampai ada orang yang membuktikannya. Yang tak lain adalah diriku sendiri.
Walaupun hari ini aku hanya bisa berkhayal tak beraturan, berharap tanpa tujuan, memikirkan sesuatu yang tak nyata, berpikir tanpa akal sehat, tidak berguna bagi orang lain, menikmati duniaku sendiri, selalu berbicara sendirian. Aku bahagia.
Bahagia membuat kita terus bermimpi, bermimpi menghasilkan harapan, harapan membangun masa depan, masa depan yang baik membuat kita bahagia.
Semuanya saling terkait satu sama lain. Menyisakan garis tipis yang sulit untuk di ungkapkan untuk menjelaskannya lebih jauh lagi.


0 comments:
Post a Comment