Saturday, December 19, 2015

Re-Life

Ingin rasanya mengulang kehidupan. Melupakan penat hidup yang dialami. Menghapus orang-orang yang tidak berguna. Menghilangkan rasa sakit di masa itu. Tidak membuka lembar cinta yang seharusnya. Serta membenarkan kesalahan-kesalahan bodoh yang telah dilakukan.

Aku ingin menghapus itu semua. Mungkin hidup akan terasa lebih indah seraya bayi yang baru lahir. Putih. Tanpa dosa.

Kebanyakan waktu manusia tersita dengan sesuatu yang mereka anggap penting, namun aslinya tidak berharga sama sekali. Manusia makhluk yang bodoh, yang tidak bisa melihat tanah yang selangkah ada didepan matanya. Membuat kesalahan-kesalahan fatal, yang berujung mengumpat kepada Tuhan.

Orang bijak berkata,
"Tidak ada pilihan yang salah. Yang salah adalah tidak memilih."
Tetapi jika kita memilih pilihan yang nahas nya tidak tepat. Caci makian selalu disambut dengan suka cita dan antusias oleh para manusia-manusia tak berguna itu.

Mengulang kehidupan ada di keyakinan para umat hindu. Reinkarnasi. Tetapi kamu bisa menjadi apa saja setelah reinkarnasi tersebut. Tergantung perbuatanmu di masa hidup yang sebelumnya. Ikatan reinkarnasi tersebut akan selalu terulang hingga makhluk tersebut mencapai Moksa.

Walaupun aku bukan umat hindu, dan tidak mengikuti keyakinan mereka. Tapi aku setuju bahwa manusia seharusnya diberi kesempatan satu kali lagi. Rasanya tidak adil untuk memberikan satu kesempatan pada manusia, sedangkan godaan iblis ada dimana-mana.

Percayalah aku dulu bukan seseorang yang menutup diri seperti sekarang ini. Membatasi pertemanan.
Tidak ikut berkumpul dengan teman kelas. Menjaga jarak di setiap jenis hubungan. Seseorang yang pernah dekat telah men-doktrinku. Beginilah aku.

Bodoh untuk berkenalan, tapi tau cara bersahabat. Kalimat yang pas.

Aku ingin hidup di dalam mimpi. Mereka selalu memberikan apa yang kita mau. Mengabulkan keinginan yang mustahil. Biarpun segala sesuatunya hanya omong kosong dan ilusi. Selama kita bisa hidup bahagia kenapa tidak?

Mungkin jika Nabi Adam tidak diturunkan di Bumi. Sepertinya kita akan bahagia hidup di surga sang Pencipta.

Beratus-ratus orang sudah berlalu-lalang di kehidupanku. Entah kehadiran mereka berguna untuk hdupku atau tidak. Aku tidak peduli. Selama aku mempunyai keluargaku serta orang-orang yang selalu mendukungku. Aku ingin sesegera mungkin menghapus ingatan tentang mereka semua. Memori dalam otakku tidak akan cukup untuk menampung mereka semua. Terlalu banyak sampah yang mengendap yang harus dibuang.

Demi Tuhan, aku ingin amnesia sesaat. 

0 comments:

Post a Comment

 
;